BERITA PONOROGO.Pembunuhan Riizta Fransiska Sii IblisJelita (Angel Rose) Di Maron Ponorogo Beserta foto fotonyaa

Standar

BERITA PONOROGO. Kembali terjadi pembunuhan di Kota Reyog Ponorogo. Pembunuhan diperkirakan terjadi Pukul  22.45 WIB, Jasad korban pertama kali ditemukan pengendara motor yang bermaksud buang air kecil tiba-tiba mendapati korban tergeletak setengah miring di parit. Ia pun melaporkan kasus itu ke polisi.

Rizta Fransiska (18) korban pembunuhan yang dibuang di selokan jalan raya Ponorogo-Solo, Jumat (12/07/2013), tercatat sebagai siswi kelas XII SMK Negeri 1 Ponorogo.

Putri semata wayang pasangan Toni dan Fatimah ini termasuk siswi yang memilki prestasi cukup bagus. Mustari, Kepala SMKN 1 Ponorogo menuturkan, anak didiknya itu merupakan pelajar yang cukup menonjol secara prestasi. ”Rizta ini mempunyai prestasi yang cukup bagus. Dia pernah meraih juara 3 olimpiade Bahasa Inggris tingkat nasional,” terang Mustari ditemui saat berada di rumah duka, Sabtu (13/07/2013).

Baca juga: Hamil 7 bulan, dibunuh, dibuang di selokan dan Pihak keluarga Tito Kei belum mau beri keterangan

“Kami turut berduka dan merasa kehilangan atas meninggalnya Rizta, apalagi dia pernah mengharumkan SMKN 1,” imbuhnya.

Sementara itu, Suharjono, salah satu tetangga dekat korban juga turut menyayangkan kepergian Rizta.

Menurutnya , korban jika dirumah tergolong anak yang pendiam dan tidak banyak tingkah,”anak ini semasa hidupnya sangat pendiam, gak neko-neko,” ucapnya saat menunggu proses pemakaman.

Korban yang ditinggal Ibunya pergi mengais rejeki di singapura ini dirumah hanya bertiga bersama bapak dan kakeknya, keduanya laki-laki, “Rizta lebih sering menghabiskan waktu luangnya di rumah tetangganya yaitu rumah Katijan,”ucap Suharjono.@arso

Aparat kepolisian Polres Ponorogo yang datang ke lokasi kesulitan mengidentifikasi korban karena tidak ditemukannya tanda pengenal/identitas korban. Korban diperkirakan berusia sekitar 17 tahun dengan ciri-ciri mengenakan celana jeans, ikat pinggang merah, berjaket putih lengan merah serta sandal jepit warna putih.

Di sekitar jasad korban ditemukan sejumlah benda yang terkait kematian korban, berupa ceceran darah di sekitar lantai, pecahan kaca, bongkahan batu, sepasang sandal serta tulisan bernada kejengkelan yang tertera pada dinding.
Polisi menduga, kematian korban sengaja dibunuh seseorang dengan motif dendam terkait kehamilan korban. Dugaan itu diperkuat dengan sejumlah perhiasan yang dikenakan korban berupa cincin, kalung dan giwang masih melekat pada tubuh korban.
“Kemungkinan dibunuh teman dekatnya karena cincin, kalung dan anting emas korban masih utuh,” kata KapolresPonorogo, AKBP Iwan Kurniawan.

Saksi Gayon di lokasi kejadian menyebutkan, beberapa warga sempat melihat adanya dua orang laki-laki dan perempuan yang duduk berdampingan di bangku dekat lokasi kejadian dalam suasana gelap. Namun warga setempat mengaku tidak mengenali kedua orang yang dilihatnya tersebut.

“Mereka bertiga duduk berdampingan tapi kami nggak kenal karena mereka bukan orang sini,” kata Gayon.
Untuk mengungkap jati diri korban dan kepentingan penyelidikan, petugas membawa jasad korban ke kamar jenasah Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Harjono, Ponorogo, untuk divisum. Sejumlah saksi yang diduga mengetahui bekeradaan korban dan pria pasangannya juga diperiksa. (AH)

Pembunuhan Di Maron Ponorogo

Sumber Foto : Laporan dari salah satu warga

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s