Standar

Banner Selular

Telp; 081335991322 / 0877588676888 /  081938760019

Remaja dan Perilaku Menyimpang : Korban dari Perubahan Zaman?

4 Responses to “Remaja dan Perilaku Menyimpang : Korban dari Perubahan Zaman?”

  1. Semua itu tetep kesalahan para orang tua yang kurang mengontrol aktifitas anak anaknya, dan juga kesalahan pelatih militer di indonesia. Kebanyakan pelatih militer di indonesia meletih calon para militer di tempat umum, dengan begitu para remaja bisa leluasa melihat para calon militer itu di gembleng, seteleh itu dia memraktekan semua itu pada rekan sebayanya.

  2. akhir tulisan saya tentang maskulinitas geng menyebut: ‘kekerasan muncul dimana-mana’
    latihan militer mungkin salah satunya. pada akhirnya potensi agresi itu muncul. Freud menyebut agresivitas sebagai energi potensial umat manusia. Dengan kadar stimulus tertentu seorang anak akan muncul agresivitasnya.
    kontrol orang tua yang berlebihan(otoritarian) juga tidak baik, terlalu menbolehkan juga tidak baik (permissive). yang lebih pas itu mendidik secara otoritatif. ada unsur demokratis, dan juga penyadaran. dan disitulah seni mendidik anak. Salam Dan..

  3. saya pikir kenakalan remaja dimulai dari lingkungannya kebnyakan dari keluarga yang brokenhome

  4. Ranie Tambing on March 1st, 2010 at 14:10

    sebenarnya yang terpenting bagi para remaja adalah kontrol diri. dengan kontrol diri, segala perubahan, tantangan dan masalah yg dihadapi dapat dihadapi. dengan kontrol diri yg baik seorang remaja dapat memilah mana yg baik dan buruk. so andil keluarga dan pengalaman dari individu tersebut sangat dibutuhkan unutk membangun kontrol diri dalam diri remaja.

Tasikmalaya – Masa remaja memang masa bagi seseorang menemukan jati dirinya menjadi orang yang dewasa seutuhnya. Dewasa dalam arti tak hanya dewasa secara fisik yang ditunjukkan pada perubahan sekunder pada tubuh mereka. Akan tetapi, dewasa pula dalam pemikiran sehingga setiap apa yang mereka lakukan tentu sudah melalui sebuah perhitungan melalui nalar yang mereka miliki. Banyak remaja yang menganggap bahwa mereka sudah dewasa juga dalam pikiran atau jalan pikirannya. Namun hal ini mengundang tanda tanya. Kebanyakan dari mereka yang seperti itu adalah remaja yang masih berperilaku menyimpang dari nilai dan aturan yang ada dalam masyarakat sendiri. Dapatkah itu dikatakan sebuah pendewasaan dalam diri mereka?

Musik. Sebuah dunia yang menyuguhkan kebebasan bagi para remaja dalam mengekspresikan diri mereka sesuai dengan apa yang mereka inginkan dan apa yang ada dalam dirinya. Mampu menjadikan mereka apa adanya, bukan ada apanya. Hal tersebut memang tak dapat dipungkiri terutama bagi mereka yang mengalami kesulitan dalam mengekspresikan diri mereka dalam kehidupan sosial. Akan tetapi, apa jadinya bila hal itu telah terlepas dari norma dan nilai yang membingkainya? Hal itu tidak menutup kemungkinan dapat pula menjerumuskan remaja pada sebuah hal negatif.

Musik pendidikan bisa menjadi salah satu kegiatan positif yang dilakukan remaja untuk mengekspresikan diri mereka sesuai pada tempatnya. Hal ini diutarakan oleh Kepler Sianturi, MA. Ia adalah Manager Symphony Music School di Kota Tasikmalaya. “Saya lihat remaja jaman sekarang itu banyak yang bandel. Saya rasa perlu kegiatan yang berada dalam dunia mereka namun mengarahkan mereka pada hal yang positif sehingga menjadi kebanggaan bagi dirinya dan orang-orang di sekitarnya,” ungkap Kepler.

Penyelenggaraan Home Concert 2011 di Pendopo Tasikmalaya yang beralamat di Jalan Alun-alun Kabupaten, Kota Tasikmalaya ini merupakan salah satu wujud realisasi atas pemikiran Kepler tersebut. Dengan mengangkat tema “Aku Bisa Bermain Musik”, ia mengajak remaja untuk bisa melakukan kegiatan yang positif.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB tersebut menampilkan 47 siswa Symphony Music School yang membawakan lagu klasik dengan menggunakan biola dan piano. “Acara ini diselenggarakan dalam rangka menyambut hari ibu. Agar mereka semua selalu mengingat kasih sayang ibu. Setiap lagu yang mereka bawakan sebagai wujud rasa terima kasih mereka pada ibu mereka. Hal ini membuat mereka termotivasi untuk membawakan lagu dengan sebaik-baiknya,” jelas Kepler saat ditemui usai acara Home Concert tersebut.

Kegiatan ini dapat melatih anak-anak dan remaja untuk bertanggung jawab atas semua pelajaran yang mereka dapatkan di Symphony Music School. “Supaya mereka bisa lebih bersungguh-sungguh lagi dalam belajar. Ini kan kegiatan yang positif. Kalau mereka sudah terbiasa bertanggung jawab, nanti hal tersebut akan membawa dampak yang besar bagi mereka. Menjadikan mereka pribadi yang memiliki kepribadian positif,” ungkapnya.

Salah satu siswa Symphony Music School, Freddy (22) adalah salah satu siswa yang berprestasi di Symphony Music School. Kesibukannya setiap hari tak hanya sekedar kuliah. Ia juga telah memiliki tanggung jawab sebagai salah satu pengajar biola di Symphony Music School. Hal ini membuat dia mempelajari biola lebih dalam. “Saya benar-benar kagum pada Freddy. Dia baru masuk ke sekolah ini saat kelas 3 SMA dan sekarang dia sudah bisa memainkan lagu klasik level 7 dengan biola. Padahal dulu saat ia baru masuk, membaca not pun ia tak bisa,” kata Kepler tanpa bisa menyembunyikan rasa bangga yang ia rasakan terhadap salah satu siswanya itu.

Ia berharap semua remaja terutama yang berada di Kota Tasikmalaya khususnya bisa mengikuti jejak Freddy. “Saya berharap setiap remaja di sini memiliki jiwa Fight yang tinggi. Terutama untuk hal positif yang bermanfaat untuk kelangsungan hidup mereka,” katanya. Hal tersebut tak hanya terbatas pada bidang musik saja tapi bisa juga dalam bidang olahraga, seni, menulis dan masih banyak lagi.

“Kalau mereka punya jiwa fight yang kuat, hal ini pasti akan menumbuhkan jiwa kemandirian dalam diri mereka. Seperti Freddy dan Anita yang sudah diangkat menjadi staf pengajar di Symphony Music School. Dari pekerjaan tersebut tentu mereka dapat uang. Dan semua itu bangkit dari jiwa kemandirian dalam diri mereka,” jelas Kepler. Hal ini tentu menjadi sebuah hal positif apalagi jika dengan pekerjaan tersebut, bisa membantu mengurangi beban orang tua terutama dalam hal dana.

Kegiatan yang dilakukan oleh Anita dan Freddy bisa menjadi salah satu cerminan yang sangat baik untuk remaja saat ini. Kedua orang itu telah membuktikan bahwa dengan melakukan kegiatan yang positif telah membuat orang-orang di sekitarnya bangga dengan apa yang telah mereka lakukan. Semoga hal ini bisa dijadikan contoh bagi semua remaja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s