ciri ciri penipuan telepon genggam

Standar

HATI-HATI PENIPUAN ‘SMS Minta Pulsa’, sekarang mulai marak telepon minta pulsa. Pelaku penipuan bahkan sudah berani menelepon korban untuk meminta ditransfer pulsa.

LEBIH-LEBIH YANG MENGISI JUGA HARUS CEPAT CURIGA PADA KOBAN

ciri – cirinya sang palaku trus menelpon trus di saat mengisi pulsa

Modus yang dilakukan oleh penipu ini adalah menelepon korban dan memancing korban melalui berbagai pertanyaanuntuk menyerap informasi.

Informasi yang disampaikan oleh korban inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh penipu untuk meminta korban mentranfer sejumlah pulsa.

“Ini nomornya 081288346788 – 085282834333 Sedangkan yang menelpon nomernya 081287920063,

“Dia minta ditransfer pulsa Rp 200 ribu ke nomer ponsel dia satu lagi. Katanya nomer yang dia pakai menelepon adalah nomer calon pembeli. Saya langsung transfer saat itu juga,” lanjut dia.

Pelaku penipuan yang tengah marak di Bandung ini cukup lihai untuk mengorek informasi. Pelaku mengajukan beberapa pertanyaan yang memancing calon korban untuk membeberkan informasi.

Biasanya pelaku akan memancing korban untuk menyebutkan nama. Selanjutkan pelaku akan langsung akrab dan bisa menjalin komunikasi yang seolah-olah memang benar.

Memang, nominal yang diminta saat ini masih tidak besar. Tapi bayangkan ada berapa banyak yang bisa tertipu? Oleh karena itu, selalu ingatlah dengan pesan Bang Napi : Waspadalah!! Waspadalah!! Waspadalah!!

Beberapa waktu yang lalu kita mengenal modus penipuan melalui telepon selular yang menggunakan sms untuk menipu korbannya, target korban biasanya mendapat sms dari pelaku yang mengaku sebagai ibu atau ayah kandung korban yang sedang mengalami musibah dan harus berurusan dengan polisi, lalu penipu mengirim pesan kepada korbanya untuk mengirimkan sejumlah pulsa kepada nomor tertentu, dengan alasan pulsanya habis. Bagi masyarakat yang ceroboh dan cepat panik saat mendengar kabar buruk akan segera mengikuti kemauan penipu dan mengirimkan pulsa sesuai permintaannya.

Namun kini modus penipuan dengan menggunakan telepon semakin bertambah, yaitu penipu langsung menelepon korbannya dan mengaku bahwa dia adalah sahabat atau keluarga dari targetnya yang telah beberapa lama tidak bertemu, tidak tanggung-tanggung penipu akan dengan cepat untuk memahami karakter bicara sang target saat berbicara melalui telepon, lalu dia akan berkomunikasi mengikuti logat dan gaya bicara target, hal ini akan lebih menyakinkan target bahwa penelepon tersebut adalah sahabat atau keluarganya yang telah lama tidak bertemu.

Pelaku penipuan demngan menggunakan telepon ini biasanya menelepon calon korbannya dipagi hari dan bertanya targetnya sedang melakukan aktivitas apa, bila sedang bekerja maka sipelaku akan bertanya kapan targetnya pulang dan jam berapa berqada dirumah, setelah mengetahui informasi tersebut maka pelaku penipuan tersebut akan membuat janji akan mengunjungi targetnya tersebut pada waktu dimana sang target sudah berada dirumah.

Aksi berikutnya adalah pelaku penipuan akan meneleponj sang korban kurang lebih satu jam menjelang waktu yang sudah ditentukan dia akan berkunjung kerumah targetnya, sipelaku menelepon korban dan mengatakan bahwa dia sedang mengalami musibah dan harus bermasalah dengan polisi, sipelaku akan meminta korbannya untuk mengatakan kepada polisi bahwa itu temannya dan jangan dipersulit.

Yang berperan sebagai polisi adalah teman sipelaku penipuan yang berbicara sedikit tegas meniru gaya bicara polisi, seluruh pembicaraan dilakukan lewat telepon dan polisi gadungan tersebut akan meminta sejumlah dana yang tidak besar, dengan alasan untuk mempermudah urusan dengan polisi, agar sahabat atau keluarganya dapat dengan segera melanjutkan perjalanan. Lalu sipelaku akan memberikan nomor rekening tempat dimana sejumlah dana harus ditransfer.

Target pelaku adalah masyarakat yang mudah percaya dan mudah diperdaya, dan ketika uang sudah ditransfer maka komunikasi lewat telepon pun berakhir, satu aksi penipuan pun telah berhasil dilakukan.

Bila diperhatikan modus penipuan menggunakan telepon yang langsung menelopon korbanya, tanpaknya ini merupakan suatu tindak kejahatan yang terkoordinasi, sebab pelaku membutuhkan biaya yang relatif lebih besar bila dibandingkan dengan modus penipuan lewat sms.

Untuk menghindar dari aksi penipuan tersebut sebaiknya masyarakat tidak mudah percaya kepada orang lain yang tidak dikenal, sebelum melanjutkan pembicaraan, sebaiknya kita harus mengetahui identitas sipenelepon dengan bertanya siapa namanya.

Jika sipenelepon tidak dikenal tersebut mengaku bahwa dia adalah keluarga maka kita sebaiknya kita bertanya siapa orang tua nya, jika sipenelpon mengaku kita adalah temannya sebaiknya kita bertanya siapa nama teman kita yang dia kenal, biarkan dia menjawab pertanyaan tersebut, jika sipenelepon tidak mampu menjawab maka segera putuskan pembicaraan, bisa jadi anda sedang menjadi incaran penipuan.

Penulis menuliskan hal ini sesuai dengan apa yang dialami penulis, semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan seluruh bangsa Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s