Sulok Dalang Bumi gonjang-ganjing langit kelap-kelap katon lir kincanging alis

Standar

Bumi gonjang-ganjing langit kelap-kelap katon lir kincanging alis, risang maweh gandrung, sabarang kadulu wukir moyag-mayig saking tyas baliwur ong..

Kahyangan Suralaya benar-benar dalam keadaan gawat-keliwat liwat. Bathara Guru diuji kebijaksanaannya oleh rayuan maut Bathari Durga. Dapat dipastikan apabila yang melakukannya Dewi Durga maka Bathara Guru akan goyah bagaikan nyiur melambai yang terkena hempasan badai.
”Banjur ada perlu apa jeneng kita Durga tidak saya timbali, kok tiba-tiba sowan ing ngarsa ulun”, tanya Bathara Guru.
”Sebelumnya hamba menghaturkan agunging samodra pangaksami pikulun, Durga tanpa tinimbalan berani cumantaka menghadap pikulun, sebab ditangisi oleh ananda Dewa Srani ”
”Premoni, anakmu menangis karena punya permintaan apa, baju baru, rumah baru, mobil baru, atau pacar baru ?”
”Duh Pukulun, Dewa Srani menika rumaos sampun dewasa, dan punya hasrat untuk segera menikah”
”Terus sapa sing jadi calon istrinya ?”
”Duh pukulun, mboten wonten kalih utawi tiga, hanya satu yang dia minta yaitu cucu pukulun pribadi, yang berada di Swargadahana putra dari Bathara Brama yang bernama Dewi Dersanala”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s