DPRD Ikut Telusuri Pembangunan RSUD SURYA Online, PONOROGO

Standar
DPRD Ikut Telusuri Pembangunan RSUD

SURYA Online, PONOROGO – Sejumlah anggota dan pimpinan Komisi C DPRD Kabupaten Ponorogo menggelar sidak ke bangunan lantai IV Gedung Rawat Inap (Irna) RSUD dr Harjono, Kabupaten Ponorogo, Senin (10/6/2013).

Sidak ini tergolong terlambat karena kasus dugaan penyimpangan dalam pembangunan Gedung Irna itu sudah dilaporkan ke penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Ponorogo, 6 Mei 2013 dan diselidiki KPK.

“Saya dan teman-teman sidak ke lantai IV Gedung Irna ini karena media massa sudah heboh membahas kasus belum selesainya pekerjaan bangunan ini. Saya terkejut karena gedung yang memiliki empat lantai masih ada yang belum selesai pekerjaannya. Padahal lantai I sampai lantai III sudah dimanfaatkan untuk pasien rawat inap. Tetapi lantai IV belum diselesaikan sama sekali. Lantai belum dikemarik dan dinding belum dihaluskan, serta atap juga dibiarkan. Kami yakin ada yang tak beres dalam bangunan ini,” terang Anggota Komisi C, Puryono kepada Surya, Senin (10/6/2013).

“Sebenarnya kami tidak diam. Kami konsentrasi penuh saat awal rencana gedung ini akan dibiayai APBD. Akan tetapi karena gedung ini dibangun dari APBN maka seharusnya yang sidak Komisi Pembangunan DPR RI. Masalah ini tetap menjadi catatan kami karena pemanfaatnya adalah masyarakat Ponorogo,” kata Ketua Komisi C (Pembangunan) DPRD Ponorogo, Mochammad Irhamni .

Selain itu, Irhamni menjelaskan, usai mendapat keterangan dari RSUD, ada beberapa orang yang harus bertanggung jawab dalam pembangunan Gedung Irna itu. Apalagi anggarannya berasal dari APBN.

Panitia Penerima Pekerjaan Etty Nurwidyastrini mengungkapkan, kabar Gedung Irna bakal dibangun 6 lantai itu hanya dalam usulan pembangunan tetapi dana yang cair hanya untuk empat lantai.

“Enam lantai itu hanya dalam usulan. Karena dana yang turun hanya untuk 4 lantai, maka yang dibangun ya seperti ini. Apalagi, di dalam itu juga untuk menyelesaikan Gedung Gakin karena anggarannya hanya dapat Rp 8 miliar pada Tahun 2009. Jadi kalau rencana enam lantai dan diubah menjadi 4 lantai itu tidak benar,” pungkas Etty.

Foto: DPRD Ikut Telusuri Pembangunan RSUD

SURYA Online, PONOROGO - Sejumlah anggota dan pimpinan Komisi C DPRD Kabupaten Ponorogo menggelar sidak ke bangunan lantai IV Gedung Rawat Inap (Irna) RSUD dr Harjono, Kabupaten Ponorogo, Senin (10/6/2013).

Sidak ini tergolong terlambat karena kasus dugaan penyimpangan dalam pembangunan Gedung Irna itu sudah dilaporkan ke penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Ponorogo, 6 Mei 2013 dan diselidiki KPK.

"Saya dan teman-teman sidak ke lantai IV Gedung Irna ini karena media massa sudah heboh membahas kasus belum selesainya pekerjaan bangunan ini. Saya terkejut karena gedung yang memiliki empat lantai masih ada yang belum selesai pekerjaannya. Padahal lantai I sampai lantai III sudah dimanfaatkan untuk pasien rawat inap. Tetapi lantai IV belum diselesaikan sama sekali. Lantai belum dikemarik dan dinding belum dihaluskan, serta atap juga dibiarkan. Kami yakin ada yang tak beres dalam bangunan ini," terang Anggota Komisi C, Puryono kepada Surya, Senin (10/6/2013).

"Sebenarnya kami tidak diam. Kami konsentrasi penuh saat awal rencana gedung ini akan dibiayai APBD. Akan tetapi karena gedung ini dibangun dari APBN maka seharusnya yang sidak Komisi Pembangunan DPR RI. Masalah ini tetap menjadi catatan kami karena pemanfaatnya adalah masyarakat Ponorogo," kata Ketua Komisi C (Pembangunan) DPRD Ponorogo, Mochammad Irhamni .

Selain itu, Irhamni menjelaskan, usai mendapat keterangan dari RSUD, ada beberapa orang yang harus bertanggung jawab dalam pembangunan Gedung Irna itu. Apalagi anggarannya berasal dari APBN. 

Panitia Penerima Pekerjaan Etty Nurwidyastrini mengungkapkan, kabar Gedung Irna bakal dibangun 6 lantai itu hanya dalam usulan pembangunan tetapi dana yang cair hanya untuk empat lantai. 

"Enam lantai itu hanya dalam usulan. Karena dana yang turun hanya untuk 4 lantai, maka yang dibangun ya seperti ini. Apalagi, di dalam itu juga untuk menyelesaikan Gedung Gakin karena anggarannya hanya dapat Rp 8 miliar pada Tahun 2009. Jadi kalau rencana enam lantai dan diubah menjadi 4 lantai itu tidak benar," pungkas Etty.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s