Kasus Venta, Pembelajaran Pengguna Fb

Standar
Kasus Venta, Pembelajaran Pengguna Fb

Jejaring social seperti Fb,Twitter selain membawa sisi positif sebagai sarana komunikasi dan informasi juga diikuti sisi negative pengguna yang tidak sadar bahwa tidak ada kebebasan absolute di dunia.Meski disebut dunia maya, namun norma dan aturan hukum dunia nyata tetap berlaku.

Kasus Venta, seorang oknum penyanyi Surabaya nampaknya bisa dijadikan pembelajaran bagi kita semua. Kasus hukum ini bermula sejak April 2011 saat Venta yang merupakan penyanyi di grub dangdut Chandra Buana Surabaya dicurigai berselingkuh dengan Siswandi bos dari grub tersebut. Siti Anggraeni, istri Siswandi menemukan banyak SMS mesra pasangan selingkuh tersebut lalu meminta Venta menyudahi perselingkuhan mereka. Bukanya sadar,Venta malah meng up date status yang bernada menghina seperti Siti janda setan dan monyong.

Siti pun lalu melaporkan kasus tersebut ke kepolisian. Meski terdakwa berbeli belit dengan menyatakan bahwa ucapan tersebut tidak dimaksudkan kepada korban, dan korban juga tidak berteman di Fb namun saksi Ahli menyatakan bahwa unsur penghinaan telah terpenuhi dengan logika bahwa akun fb tersebut di setting terbuka sehingga bisa dibaca semua orang, dan maksud ucapan terdakwa juga dengan mudah diketahui objek/tujuannya.

Terdakwa Yenike Venta kemudian diancam pidana pasal 27 ayat 3 jo pasal 45 ayat 1 UU No. 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik atau undang-undang IT. Selain itu,JPU juga menjerat terdakwa Yenike Venta dengan pasal 310 ayat 2 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan. Akhirnya majelis hakim memvonis terdakwa 3 bulan penjara dan denda 2 juta rupiah di bulan Maret 2013.

Semoga hal ini bisa dijadikan bahan pelajaran dan perenungan bagi semua pembaca dan sedulur Setenpo

(Muhammad Hamka Arifin, kontributor Setenpo)

Foto: Kasus Venta, Pembelajaran Pengguna Fb

Jejaring social seperti Fb,Twitter selain membawa sisi positif sebagai sarana komunikasi dan informasi juga diikuti sisi negative pengguna yang tidak sadar bahwa tidak ada kebebasan absolute di dunia. Meski disebut dunia maya, namun norma dan aturan hukum dunia nyata tetap berlaku.

Kasus Venta, seorang oknum penyanyi Surabaya nampaknya bisa dijadikan pembelajaran bagi kita semua. Kasus hukum ini bermula sejak April 2011 saat Venta yang merupakan penyanyi di grub dangdut Chandra Buana Surabaya dicurigai berselingkuh dengan Siswandi bos dari grub tersebut. Siti Anggraeni, istri Siswandi menemukan banyak SMS mesra pasangan selingkuh tersebut lalu meminta Venta menyudahi perselingkuhan mereka. Bukanya sadar,Venta malah meng up date status yang bernada menghina seperti Siti janda setan dan monyong.

Siti pun lalu melaporkan kasus tersebut ke kepolisian. Meski terdakwa berbeli belit dengan menyatakan bahwa ucapan tersebut tidak dimaksudkan kepada korban, dan korban juga tidak berteman di Fb namun saksi Ahli menyatakan bahwa unsur penghinaan telah terpenuhi dengan logika bahwa akun fb tersebut di setting terbuka sehingga bisa dibaca semua orang, dan maksud ucapan terdakwa juga dengan mudah diketahui objek/tujuannya.

Terdakwa Yenike Venta kemudian diancam pidana pasal 27 ayat 3 jo pasal 45 ayat 1 UU No. 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik atau undang-undang IT. Selain itu,JPU juga menjerat terdakwa Yenike Venta dengan pasal 310 ayat 2 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan. Akhirnya majelis hakim memvonis terdakwa 3 bulan penjara dan denda 2 juta rupiah di bulan Maret 2013.

Semoga hal ini bisa dijadikan bahan pelajaran dan perenungan bagi semua pembaca dan sedulur Setenpo

(Muhammad Hamka Arifin, kontributor Setenpo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s