SETENPO JELAJAH ALAM PESONA GUNUNG PRINGGITAN SLAHUNG PONOROGO

Standar
SETENPO JELAJAH ALAM

PESONA GUNUNG PRINGGITAN SLAHUNG PONOROGO

Naik naik ke puncak gunung, tinggi tinggi sekali…Nyanyian masa kecil ini menemani tim fotografi Setenpo bersama keluarga menapak jalan menanjak menuju puncak gunung Pringgitan.

Gunung Pringgitan adalah sebuah gunung dengan pemandangan dan kontur (bentuk) yang khas, terletak di kecamatan Slahung kurang lebih 25 km arah selatan kota Ponorogo. Di kaki gunung terdapat tiga desa yakni desa Kambeng, Broto, dan Caluk, namun secara administratif gunung Pringgitan lebih banyak terletak di desa Caluk. Tempat ini banyak menjadi tujuan favorit para pecinta alam maupun anggota Pramuka yang ingin camping/ berkemah.

Untuk mencapai tempat ini ada beberapa jalur, jalur yang kami rekomendasikan adalah dari pertigaan desa Caluk di tepi jalan utama Ponorogo Pacitan. Sebagai petunjuk, ada sebuah monument perjuangan TGP (Tentara Genie Pelajar) saat menghadang laju pasukan Belanda di depan balai desa Caluk.

Dari tempat tersebut anda masih bisa menaiki sepeda motor beberapa kilometer. Jalan cukup menanjak jadi sebaiknya anda pelan pelan dan hati hati. Setelah melewati beberapa perkampungan ,anda akan sampai di pos pemberhentian, sebuah masjid sederhana dimana anda bisa menitipkan sepeda motor, memesan makanan dll. Selanjutnya anda harus meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki karena medan adalah jalan setapak yang hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Rasa lelah yang anda alami akan terbayar tuntas di saat anda sampai ke puncak. Dari puncak gunung anda dapat melihat pemandangan kota Ponorogo sejauh mata memandang. Di malam hari pemandangan lebih memikat, nyala ribuan lampu rumah warga kota Ponorogo menciptakan pemandangan yang susah dilupakan.

Info
1. Tidak seperti lazimnya gunung yang berbentuk kerucut dengan sisi yang melandai secara seimbang, salah satu sisi gunung Pringgitan membentuk sudut kemiringan yang cukup ekstrim. Hati- hati jangan bermain di sisi gunung yang curam. Jika anda pertama kali ke tempat ini, usahakan datang sore hari saat cuaca masih terang. Sempatkan ngobrol dengan penduduk sekitar untuk menjalin silaturahmi.

2. Di sepanjang jalan anda akan menjumpai vegetasi hutan pinus dan fauna yakni kera liar. Jangan membuat api unggun sembarangan, matikan jika sudah selesai, dan jangan mengganggu satwa yang ada.

3. Setelah menikmati keindahan alam, tak ada salahnya anda berbagi dengan warga di kaki gunung. Karena kondisi alam yang kering sebagian warga masih dalam taraf ekonomi yang membutuhkan bantuan. Mari berbagi kepada sesama.

Pesan warga sekitar

1. Bakar atau bawalah sampah plastik.
2. Sisihkan uang untuk kas Masjid (Pos Penitipan)
3. Jangan mengambil getah pinus yang ada

Fotografer dan reportase : Muhammad Ardiani Ardia Masrura, Eko Bie
Editor : Muhammmad Hamka Arifin dan tim Setenpo

Foto: SETENPO JELAJAH ALAM

PESONA GUNUNG PRINGGITAN SLAHUNG PONOROGO

Naik naik ke puncak gunung, tinggi tinggi sekali...Nyanyian masa kecil ini menemani tim fotografi Setenpo bersama keluarga menapak jalan menanjak menuju puncak gunung Pringgitan. 

Gunung Pringgitan adalah sebuah gunung dengan pemandangan dan kontur (bentuk) yang khas, terletak di kecamatan Slahung kurang lebih 25 km arah selatan kota Ponorogo. Di kaki gunung terdapat tiga desa yakni desa Kambeng, Broto, dan Caluk, namun secara administratif gunung Pringgitan lebih banyak terletak di desa Caluk. Tempat ini banyak menjadi tujuan favorit para pecinta alam maupun anggota Pramuka yang ingin camping/ berkemah.

Untuk mencapai tempat ini ada beberapa jalur, jalur yang kami rekomendasikan adalah dari pertigaan desa Caluk di tepi jalan utama Ponorogo Pacitan. Sebagai petunjuk, ada sebuah monument perjuangan TGP (Tentara Genie Pelajar) saat menghadang laju pasukan Belanda di depan balai desa Caluk. 

Dari tempat tersebut anda masih bisa menaiki sepeda motor beberapa kilometer. Jalan cukup menanjak jadi sebaiknya anda pelan pelan dan hati hati. Setelah melewati beberapa perkampungan ,anda akan sampai di pos pemberhentian, sebuah masjid sederhana dimana anda bisa menitipkan sepeda motor, memesan makanan dll. Selanjutnya anda harus meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki karena medan adalah jalan setapak yang hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Rasa lelah yang anda alami akan terbayar tuntas di saat anda sampai ke puncak. Dari puncak gunung anda dapat melihat pemandangan kota Ponorogo sejauh mata memandang. Di malam hari pemandangan lebih memikat, nyala ribuan lampu rumah warga kota Ponorogo menciptakan pemandangan yang susah dilupakan.

Info
1. Tidak seperti lazimnya gunung yang berbentuk kerucut dengan sisi yang melandai secara seimbang, salah satu sisi gunung Pringgitan membentuk sudut kemiringan yang cukup ekstrim. Hati- hati jangan bermain di sisi gunung yang curam. Jika anda pertama kali ke tempat ini, usahakan datang sore hari saat cuaca masih terang. Sempatkan ngobrol dengan penduduk sekitar untuk menjalin silaturahmi.

2. Di sepanjang jalan anda akan menjumpai vegetasi hutan pinus dan fauna yakni kera liar. Jangan membuat api unggun sembarangan, matikan jika sudah selesai, dan jangan mengganggu satwa yang ada. 

3. Setelah menikmati keindahan alam, tak ada salahnya anda berbagi dengan warga di kaki gunung. Karena kondisi alam yang kering sebagian warga masih dalam taraf ekonomi yang membutuhkan bantuan. Mari berbagi kepada sesama.

Pesan warga sekitar

1. Bakar atau bawalah sampah plastik.
2. Sisihkan uang untuk kas Masjid (Pos Penitipan)
3. Jangan mengambil getah pinus yang ada 

Fotografer dan reportase : Muhammad Ardiani Ardia Masrura, Eko Bie
Editor : Muhammmad Hamka Arifin dan tim Setenpo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s