Polisi Bongkar Makam Gadis Hamil 7 Bulan yang Tewas Dibunuh Rabu, 17 Juli 2013 20:14 WIB

Standar

Polisi Bongkar Makam Gadis Hamil 7 Bulan yang Tewas Dibunuh Rabu, 17 Juli 2013 20:14 WIB

Share SURYA Online, PONOROGO-Kendati belum ada titik terang mengenai pelaku pembunuhan, Rista Fransiska (17) anak semata wayang pasangan suami istri Saptoni (38) dan Siti Fatimah (33) warga RT 01, RW 01, Dusun Sejeruk, Desa/Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, namun penyelidikan polisi menemui babak baru. Ini menyusul kepastian tim penyidik Polres Ponorogo melaksanakan pembongkaran makam korban pembunuhan dengan 9 luka tusuk dan bersimbah darah itu, Selasa (16/7/2013) malam. Pembongkaran makam siswi kelas 11 SMK Negeri I Ponorogo untuk mengambil sampel darah bayi berusia 7 bulan yang sudah dikandung korban. Hal ini untuk segera dicocokkan dengan darah sebanyak 20 saksi orang dekat yang sudah diperiksa tim penyidik Polres Ponorogo. Apalagi, hingga memasuki waktu hampir sepekan ini, polisi belum bisa menentukan siapa tersangka dalam pembunuhan sadis korban yang jenazahnya dibuang di selokan pinggir JL Raya Ponorogo – Wonogiri, Desa Maron, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo yang ditemukan, Jumat (12/7) hampir tengah malam kemarin. Namun sayangnya dalam pembongkaran makam secara diam-diam yang dilaksanakan sejak pukul 20.00 hingga pukul 22.00 WIB itu, tidak ada warga yang mau mendekati makam. Selain dilarang polisi, juga jenazah korban sudah mengeluarkan bau tak sedap yang sangat menyengat hidung. candra (16) salah seorang warga Kauman yang melihat pembongkaran makam itu mengatakan agenda pembongkaran makam korban itu sengaja dilakukan petugas secara diam-diam, akan tetapi akhirnya banyak warga Desa Kauman yang mengetahuinya. Malam itu juga semakin banyak warga yang berdatangan ke pemakaman umum Desa Kauman yang berada di Dusun Merbet sejak kedatangan sejumlah polisi ke makam itu. “Memang makam Rista semalam dibongkar. Polisi akan melakukan tes DNA terhadap bayi yang di kandung Rista itu. Kemungkinan polisi mulai mengungkap pelakunya. Karena tinggal menunggu tes DNA bayi itu bisa dipastikan siapa pelaku pembunuhannya. Saya hanya di bibir makam karena takut dan tak tahan saat mendekat bau jazad korban menyengat. Jadi saya bersama teman-teman hanya di bibir makam,” terangnya kepada Surya, Rabu (17/7/2013) pagi. Sementara Kapolres Ponorogo, AKBP Iwan Kurniawan ketika dikonfirmasi mengenai pembongkaran makam korban pembunuhan Rista Fransiska tersebut, pihaknya tidak mengelaknya. Menurutnya, pembongkaran makam korban tersebut untuk melakukan tes DNA dan untuk mengetahui hasil tes DNA bayi untuk dicocokkan dengan sejumlah lelaki terdekat korban yang sudah diperiksa polisi. “Memang benar semalam polisi membongkar makam Rista untuk proses penyelidikan terkait tes DNA bayi yang di kandung korban. Hasil tes DNA akan dicocokkan dengan DNA orang-orang yang dekat korban yang telah diperiksa penyidik. Tes DNA itu nantinya untuk melengkapi alat bukti agar lebih valid,” paparnya. Selain itu, mantan Kapolres Mojokerto Kota ini menegaskan sampai saat ini tim penyidik Satuan Reskrim Polres Ponorogo sudah memeriksa puluhan saksi yang dianggap dekat dan kenal dengan korban. Kendati demikian, polisi belum berani menyimpulkan dan menentukan siapa tersangka pembunuh sadis korban itu. “Sampai saat ini penyidik sudah memeriksa 20 orang. Doa agar kasus ini segera terungkap,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s