Pembunuh Rista Tunggu Tes DNA Kamis, 20 Juli 2013

Standar

Pembunuh Rista Tunggu Tes DNA Kamis, 20 Juli 2013 21:11 SURYA Online, PONOROGO – Paska memeriksa 40 saksi dalam kasus pembunuhan Rista Fransiska (17), polisi belum bisa menentukan pelaku pembunuhan terdahap siswi kelas 11 SMK Negeri I Ponorogo itu. Sejumlah keterangan menyiratkan pembunuh gadis hamil 7 bulan itu melibatkan 3 orang pria (lelaki) yang menggunakan pola kerja terpisah dan sangat rapi. Rinciannya, ada pelaku yang bertugas menjemput korban di depan warnet yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah korban. Pelaku yang bertugas menjemput korban ini menggunakan motor matic warna putih. Usai dijemput, korban diturunkan di warung es degan Desa Maron, Kecamatan Kauman. Di tempat itu, sudah menunggu lebih dari seorang pria menggunakan motor jenis Honda GL. “Memang ada saksi yang melihat di warung sudah terdapat tiga pria. Dua remaja dan satu orang dewasa. Sedang motor matic warna putih sudah tidak ada paska menjemput dan menurunkan korban itu,” terang salah satu sumber penyidik sambil menutupi saksi, Kamis (18/7/2013). Kendati demikian, tim penyidik Satuan Reskrim Polres Ponorogo belum bisa mengungkap pelaku pembunuhan Frista Fransiska ( 17), anak semata wayang pasangan suami istri Saptoni (38) dan Siti Fatimah (33) warga Jl Gajah Mada, RT 01, RW 01, Dusun Sejeruk, Desa/ Kecamatan Kauman. “Belum ada perkembangan yang mengarah kepada pelaku. Tenang saja, kami akan terus bekerja maksimal untuk segera mengungkap pelakunya,” terang Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Misrun. Mantan Kasat Narkoba Polres Madiun Kota ini menilai, yang membuat sulit dalam mengungkap pelaku pembunuhan terhadap Rista karena korban memiliki beberapa teman dekat lelaki. “Tunggu sampai hasil tes DNA selesai. Kami masih memintai keterangan beberapa saksi lainnya,” imbuhnya. Bapak korban, Saptoni kepada penyidik mengaku mencurigai 2 teman anaknya yang sering menjemput ke rumah. Dua pria itu asal Mlilir, Dolopo, Madiun dan asal Sampung, Ponorogo. Kepada penyidik, Saptoni mengakui sering memanggil anaknya saat pulang malam. “Bapak korban berdalih hanya kangen kepada anaknya karena sehari tidak ketemu. Di rumahnya korban tinggal di kamar sendiri bersebelahan dengan kamar Saptoni. Semua keterangan saksi-saksi itu masih akan kami kumpulkan, kami pelajari, untuk mencari pelaku pembunuhan,” paparnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s