Radar Ponorogo Hari Ini

Standar

BERITA RADAR PONOROGO HARI INI.
Duel, Siswi SMA Babak Belur
By radarmadiunweb
NGRAYUN – Seorang siswi SMA menjadi korban
kekerasan layaknya anggota geng. Nov, 17, warga
Desa Binade, Ngrayun, Ponorogo, itu lebih dulu
dipaksa duel dengan
Dev, sebayanya, di balai desa setempat, Sabtu
(18/5) malam lalu. Korban yang sudah tidak
berdaya kembali dihajar Don, teman lelaki Dev,
hingga babak belur.
Akibat penganiayaan itu, Nov harus menjalani
perawatan di RSU Aisyiyah dr Sutomo Ponorogo.
Remaja putri itu mengalami luka lebam di
beberapa bagian wajah, perut, dan kakinya. Nov
mengaku dipukul serta ditendang berkali-kali.
‘’Saya dihajar habis-habisan pokoknya,’’
ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Ponorogo,
kemarin (20/5).
Kondisi Nov kemarin masih terbaring lemah di
ruang Multazam. Jarum infus terpasang di
pergelangan tangan kanannya. Ada dua
sebayanya yang datang membesuk gadis
tanggung itu. Nov mengeluh kedua kelopak
matanya sulit dibuka karena bengkak. Dada dan
perutnya juga masih sakit ketika bernapas.
‘’Pusing, mual, dan perih di mata,’’ ujarnya.
Kata Nov, perlakuan tidak mengenakkan yang
menimpanya berawal ketika bertemu Don dan Dev
di salah satu SD di Binade. Don dan Dev mengiring
Nov ke balai desa setempat. Kendati sempat
menolak, Nov akhirnya tak berdaya. Di balai desa
waktu malam, Nov dipaksa berkelahi hingga
menjadi bulan-bulanan Dev. Pukulan dan
tendangan mendarat telak ke tubuh korban. ‘’Saya
sudah menolak berkelahi tapi tetap diserang,’’
terang Nov.
Tidak berhenti di situ, Don juga menyarangkan
tendangan ke perut dan kaki korban yang sudah
tidak berdaya. Setelah dihajar habis-habisan, Nov
diantar pulang. Korban berupaya menyembunyikan
aksi kekerasan yang menimpanya. ‘’Saya diam
saja tapi tidak kuat dan harus dibawa ke rumah
sakit,’’ jelasnya.
Nov juga masih menyimpan rapat persoalan
hingga Don dan Dev tega menghajarnya. Siswi
salah satu SMA swasta di Ponorogo itu
menggeleng keras ikut geng motor. Korban juga
masih berhitung apakah melaporkan kasus
penganiyaan yang menimpanya ke polisi. ‘’Saya
tidak tahu masalah sebenarnya apa,’’ kata Nov.
Ketika dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres
Ponorogo AKP Misrun mengaku sudah
menugaskan penyidik Unit PPA (Perlindungan
Perempuan dan Anak) meminta keterangan awal
korban di rumah sakit. ‘’Korbannya perempuan
dan masih belum cukup umur. Begitu juga dua
tersangka pelakunya, belum genap 18 tahun,’’
jelas Msrun, kemarin. (dhy/hw)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s