status gunung itu masih dinyatakan “aktif normal”.

Standar

image

Hal tersebut, diungkapkan oleh Kepala Balai
Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi
Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta,
Subandriyo kepada para wartawan, Kamis siang.
“Setelah terjadi embusan, kami putuskan Merapi
tetap normal,” kata Subandriyo.
Sementara itu, untuk ketinggian embusan
Subandriyo tidak menyebutkan secara pasti
karena visual yang tidak memungkinkan.
Sedangkan untuk hujan abu, menurut Subandriyo
hal tersebut bisa terjadi maksimal hingga radius
7 kilometer dari puncak dengan arah selatan
tenggara atau mengarah ke Klaten.
“Untuk ketinggian kami belum bisa memastikan
berapa, namun untuk hujan abu maksimal 7
kilometer ke arah selatan tenggara,” ujar
Subandriyo.
Menurutnya, embusan yang terjadi adalah hal
biasa yang sering terjadi pascaerupsi Merapi
2010. Dimana sering kali terjadi pelepasan gas
dari perut Merapi, karena kandungan gas di
dalam Merapi sangat tinggi.
Biasanya, embusan terjadi diakibatkan adanya
gempa tektonik dan juga sering dipicu dengan
adanya gempa vulkanik dalam.
Subandriyo juga meminta masyarakat untuk
tetap tenang dan apabila ada informasi terbaru
akan disampaikan kepada publik.
“Kami sudah melaporkan ke BPBD setempat ,
mengimbau tidak perlu mengungsi, kalau
kemungkinan besar akan kita informasikan,”
ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s