Tak Bisa “Nyoblos” Pakai KTP, Belasan WargaSerbu KPU Kota Magelang

Standar

Kantor Komisi
Pemilihan Umum (KPU) di Jalan Diponegoro, Kota
Magelang, Jawa Tengah, didatangi belasan orang
yang mengaku tim sukses dan simpatisan salah
satu partai politik (parpol), Rabu (9/4/2014)
siang. Mereka protes karena KTP mereka tidak
bisa dijadikan syarat mencoblos di tempat
pemungutan suara (TPS) di Kelurahan
Kedungsari, Kecamatan Magelang Utara, Kota
Magelang.
Agus Setiawan, salah satu perwakilan dari
mereka, mengatakan bahwa seharusnya dengan
menunjukkan KTP saja, mereka tetap bisa
menyalurkan hak suaranya di TPS mana pun,
meski di luar daerah. Menurut Agus, ketentuan
KPU RI menyebutkan bahwa WNI yang berada di
luar daerah boleh memilih suara di TPS terdekat
asal sudah terdaftar dalan daftar pemilih tetap
(DPT).
“KPU pusat sudah memberi keringanan bagi
pemilih yang terdaftar, tetapi berpindah domisili,
maka diperbolehkan membawa KTP ketika akan
mencoblos di TPS terdekat. Tapi kenyataannya,
kami tidak diperbolehkan,” ujarnya.
Menurut Agus dan kawan-kawannya yang
mengaku berasal dari Jakarta itu, mereka ditolak
petugas PPS lantaran tidak dapat menunjukkan
formulir A5 sebagai syarat utama pencoblosan.
Agus berdalih, tidak mungkin mengurus formulir
tersebut, mengingat daerah asal mereka jauh.
”Kami ini kan dari luar daerah yang jauh, tidak
mungkin bisa mengurus A5 ke daerah asal.
Padahal, kami juga berhak memilih. Kalau begini,
namanya menghalangi hak suara rakyat,”
ucapnya.
Sementara itu, Ketua KPU Kota Magelang Basmar
Perianto Amron mengaku bahwa pihaknya sudah
melakukan tahapan pemilu ini sesuai prosedur
dan ketentuan, termasuk memberikan hak pilih
setiap warga. Dia menampik apabila disangka
menghalang-halangi warga yang akan melakukan
pencoblosan.
”Kita bukan menolak, kita hanya menjalani
prosedur yang ada,” katanya.
Ia menjelaskan, sesuai dengan PKPU No 26 Tahun
2013 yang diubah PKPU No 5 tahun 2014 tentang
pemungutan dan penghitungan suara, seorang
warga bisa mencoblos apabila memiliki identitas
sesuai dengan domisilinya. Apabila ada yang
warga mengajukan pindah tempat pencoblosan,
maka mereka terlebih dahulu harus menyertakan
A5 atau formulir persetujuan tempat pemungutan
suara (TPS) daerah asal.
”Tanpa A5 ini, siapa pun tidak diperbolehkan
memilih jika tidak sesuai dengan domisili KTP,”
tandasnya.
Perwakilan dari Divisi Sosialisasi KPU Kota
Magelang, Singgih Arjanto, juga mengatakan
bahwa sebenarnya KTP bisa untuk memberikan
hak suara. Namun, hal itu berlaku khusus bagi
warga yang belum terdaftar di TPS mana pun.
”Mereka tadi membawa KTP Jakarta dan
mengaku sudah terdaftar di online . Setelah kita
cek, ternyata tidak ada aturan satu pun yang
membolehkan KTP saja untuk mencoblos,”
ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s